Ditengah geliat ekonomi dan kehidupan sosial Kota Binjai, satu pertanyaan tajam terus bergema di masyarakat hingga media sosial.
Keberadaan barak narkoba yang diduga dikelola seorang pria inisial TOMI kembali menjadi sorotan publik, dinilai belum tersentuh tindakan hukum yang tegas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan dikendalikan langsung " TOMI "(Bos bandar Sabu), dalam bisnis tersebut dugaan ada keterlibatan oknum berseragam sebagai bekingannya.
Selama ini masyarakat sudah dikeluhkan dengan usaha milik " TOMI" tersebut, telah memicu keresahan sosial di ikuti meningkatnya angka kriminal, dikota binjai. Masyarakat kembali menyuarakan hatinya agar usaha milik Tomi segera ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Gerebek dan tangkap serta beri hukuman Setimpal terhadap pelaku biar efek jera, jangan sampai masyarakat hilang kepercayaan kepada penegak hukum bila desakan warga tidak direspon.
Desakan masyarakat agar aparat gabungan, Polda Sumut, Polres binjai, TNI, BNN, dan instansi terkait mengambil tindakan tegas menutup usaha milik Tomi tersebut mendapat sorotan dari sejumlah Tokoh pengamat kota binjai.
Hal ini guna memastikan tidak ada wilayah atau tempat yang tidak tersentuh hukum, Publik ingin melihat apakah hukum benar-benar tajam ke bawah dan tidak tumpul ke atas.
Kini, sorotan tertuju pada Kapolda Sumut, Kapolres Binjai, Kasat Narkoba dan jajarannya. Setiap langkah mereka diamati ribuan pasang mata. Menjawab pertanyaan “berani atau tidak” bukan sekadar razia semalam, melainkan komitmen jangka panjang untuk membersihkan Binjai dari jerat narkotika.
Mampukah aparat membongkar peredaran narkoba yang disebut-sebut telah lama beroperasi di wilayah tersebut atau justru kasus ini kembali tenggelam tanpa kejelasan. (SN).
